SEMINAR INTERNASIONAL FEDERASI SERIKAT PEKERJA METAL INDONESIA (FSPMI), KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA (KSPI)
Perjuangkan Negara Sejahtera Untuk Buruh Dan Rakyat “Welfare State” Jakarta, 5 Februari 2013 Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia.
Buruh, petani, nelayan, guru menyatukan hati dan pandangan pasti bangsa maju serta kini saatnya kita bergerak menuju perubahan untuk Indonesia. Welfare State adalah tujuan utama bangsa yang terpatri di dalam Pancasila, yakni sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kedua sila tersebut adalah landasan perjuangan buruh yang harus terus ditancapkan kedalam lubuk hati terdalam untuk menetapkan nasib buruh kedepan. Bukan hanya aksi, tapi reaksi dengan terus melakukan dengar pendapat buah pikiran-pikiran serikat buruh lainnya. Inti perjuangan buruh tetap pada isu nasional, yaitu jaminan sosial (kesehatan), jaminan sosial (pensiun), jaminan sosial (upah regional). Manusia selalu menghadapi kondisi ang selalu beubah, tetapi hal itu sangat diperlukan inovasi yang selama ini disalah artikan, seperti contoh misalnya pengembangan bahan bahar minyak menjadi listrik. Untuk itu sangat diperlukan pemimpin yang benar dan berani dalam memperjuangkan nasib para buruh dan untuk mencapai itu semua harus ada sinergi antara politik, pengusaha dan serikat buruh, terutama sekali dalam masalah sistem pengupahan. Dalam memperjuangkan hal tersebut jangan hanya mengandalkan kekuatan dari serikat buruh saja, tetapi harus menguatkan kekuatan politik serikat buruh dan paling tidak diharapkan bahwa kader serikat buruh untuk naik menjadi pemimpin bangsa.
Perjuangkan Negara Sejahtera Untuk Buruh Dan Rakyat “Welfare State” Jakarta, 5 Februari 2013 Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia.
Buruh, petani, nelayan, guru menyatukan hati dan pandangan pasti bangsa maju serta kini saatnya kita bergerak menuju perubahan untuk Indonesia. Welfare State adalah tujuan utama bangsa yang terpatri di dalam Pancasila, yakni sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kedua sila tersebut adalah landasan perjuangan buruh yang harus terus ditancapkan kedalam lubuk hati terdalam untuk menetapkan nasib buruh kedepan. Bukan hanya aksi, tapi reaksi dengan terus melakukan dengar pendapat buah pikiran-pikiran serikat buruh lainnya. Inti perjuangan buruh tetap pada isu nasional, yaitu jaminan sosial (kesehatan), jaminan sosial (pensiun), jaminan sosial (upah regional). Manusia selalu menghadapi kondisi ang selalu beubah, tetapi hal itu sangat diperlukan inovasi yang selama ini disalah artikan, seperti contoh misalnya pengembangan bahan bahar minyak menjadi listrik. Untuk itu sangat diperlukan pemimpin yang benar dan berani dalam memperjuangkan nasib para buruh dan untuk mencapai itu semua harus ada sinergi antara politik, pengusaha dan serikat buruh, terutama sekali dalam masalah sistem pengupahan. Dalam memperjuangkan hal tersebut jangan hanya mengandalkan kekuatan dari serikat buruh saja, tetapi harus menguatkan kekuatan politik serikat buruh dan paling tidak diharapkan bahwa kader serikat buruh untuk naik menjadi pemimpin bangsa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar